Arsip Medika

Senin, 18 Mei 2009

Teori depresi monoamine

Teori depresi monoamine

Aetiologi dari kelainan-kelainan depresif utama belum dapat dimengerti hingga sekarang. Ada pengaruh genetik, lingkungan, dan neurokimiawi yang sudah diteliti kemungkinannya sebagai faktor-faktor aetiologis.

Penjelasan neurokimiawi tentang depresi endogenik yang paling diterima oleh kalangan ahli adalah bahwa itu disebabkan oleh monoamine (noradrenalin, NA; serotonin, 5-HT; dopamine, DA). Hipotesis awal dari depression, yaitu 'teori monoamine', menyatakan bahwa depresi muncul dikarenakan kurang berfungsinya amine penghantar (transmiter), sementara sebaliknya mania adalah disebabkan kelebihan amine.

Teori monoamine sanggup menjelaskan mengapa:­

• Obat-obatan yang menyusutkan monoamine adalah bersifat depresan, misalnya reserpine and methyldopa.

• Banyak jenis obat yang meningkatkan kinerja fungsi hantaran neural pada monoamine, yang dapat menggairahkan mood pada pasien yang depresi, misalnya TCA dan inhibitor monoamine oxidase (MAOI).

• Kadar monoamine dan metabolitnya berkurang di cairan serebrospinal (CSF) pasien yang depresi.­

• Dari beberapa hasil penelitian post mortem, temuan yang paling konsisten adalah tentang adanya pertambahan pada ikatan 5-HT2 kortikal.


Akan tetapi teori monoamine tidak dapat menjelaskan tentang:

• Adanya sejumlah senyawa yang meningkatkan ketersediaan fungsional dari monoamine, misalnya amphetamin, kokain, dan L-dopa, yang tidak berefek apapun pada mood pasien yang depresi.

• Beberapa anti-depresan atipikal lama, seperti misalnya iprindole, bekerja tanpa me-manipulasi sistem monoaminergik­.

• Ada 'penundaan terapi' selama 2 minggu antara tercapainya efek neurokimiawi sepenuhnya dari anti-depresan dan awal dari efek terapinya.


Oleh karenanya ada kemungkinan bahwa mekanisme monoamine secara sendirian adalah berpengaruh pada gejala-gejala depresi. Sistem-sistem lain mungkin berpengaruh pada depresi, misalnya:

• Sistem GABA.

• Sistem neuropeptida, khususnya vasopressin dan opiate endogenik.

• Sistem pembawa pesan sekunder juga tampaknya berperan penting dalam beberapa perawatan tertentu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

ads

Free Website Hosting