Arsip Medika

Senin, 18 Mei 2009

Parkinson - Penanganan depresi unipolar

Penanganan pada pasien gangguan depresi unipolar

Kelas-kelas obat yang utama yang dipakai untuk mengobati depresi, dan tentang cara kerja masing-masing, adalah dirangkum dalam Gb. 6.7.


>>Meskipun hampir pasti teori monoamine adalah punya kekeliruan dan bersifat tidak lengkap, teori tersebut adalah cara terbaik untuk dapat berpikir nalar tentang gangguan afektif, dan untuk memahami cara kerja obat-obatan yang dipakai.<<

Antidepresan trisiklik dan obat-obatan yang terkait

Contoh-contoh dari TCA dan obat-obatan yang terkait adalah amitriptilin, imipramin, dosulepin (dothiepin), and lofepramine.

Cara kerja: TCA bertindak menghambat 5-HT dan asupan noradrenaline dari cabang belahan sinaptik ke terminal pra-sinaptik (Gb. 6.8). Ia memiliki afinitas tertentu pada H1 dan reseptor-reseptor muscarinic, dan pada reseptor α1 dan α2.

Kontraindikasi: TCA dan obat-obatan yang terkait tidak boleh digunakan untuk:

• Infark miokardial atau aritmias (khususnya penyumbatan jantung) yang baru terjadi, karena TCA dapat meningkatkan risiko gangguan hantaran yang tidak normal.

• Fase manik­.

• Penyakit liver yang parah.

• Epilepsi, dimana TCA menurunkan ambang kejang.

• Pasien yang memakai obat-obatan antikolinergik lainnya, alkohol, dan adrenalin, sebab TCA menguatkan efek dari semua itu. Lidocaine (lignocaine) dilarang penggunaannya jika digabungkan dengan TCA, oleh karena ada kemungkinan interaksi obat yang mematikan.

Efek-efek samping: Walaupun TCA adalah terapi yang efektif untuk depresi, ada beberapa efek samping yang dapat mengurangi kesediaan pasien untuk memakainya. Efek-efek samping tersebut adalah:

Efek penghambatan muscarinic seperti mulut kering, penglihatan kabur, dan sembelit.

Efek hambatan alfa-adrenergik menyebabkan hipotensi postural.

• Hambatan asupan noradrenalin di jantung, yang meningkatkan risiko aritmias.

• Hambatan histamin yang membawa efek sedatif.

• Kenaikan berat badan.


TCA adalah relatif berbahaya jika digunakan dengan dosis berlebihan. Pasien dapat mengalami bingung, mania, dan juga kemungkinan aritmias fatal akibat sifat obat yang beracun bagi jantung.

Catatan terapi: Tidak ada satu jenis TCA yang mempunyai aktivitas anti-depresan yang unggul, dan pilihan obat biasanya ditentukan berdasarkan efek-efek samping yang paling kecil, yaitu yang paling dapat diterima atau diinginkan pasien. Misalnya, obat-obatan dengan aksi sedatif seperti amitriptyline atau trimipramine, adalah TCA yang cocok untuk pasien yang dalam kondisi tergugah (ter-agitasi) atau cemas. TCA terbaru adalah lofepramine, yang membawa lebih sedikit efek samping anti-muscarinic, dan tidak terlalu membahayakan jika dikonsumsi secara berlebihan dosis.

Efek terapi memerlukan waktu 2-3 minggu. Anti-depresan yang terkait dengan TCA harus ditarik keluar pelan-pelan dari daftar resep.


Inhibitor asupan ulang serotonin spesifik

Inhibitor asupan ulang (SSRI) yang spesifik serotonin (5-HT) adalah golongan agen anti-depresan terbaru yang diperkenalkan di pasaran. Fluoxetine (Prozac®) adalah contoh dari SSRI. Contoh-contoh lainnya adalah citalopram, fluvoxamine, paroxetine, dan sertraline.

Cara kerja: SSRI bekerja dengan derajat spesifisitas yang tinggi untuk penghambatan secara kuat pada asupan ulang serotonin dari cabang belahan sinaptik ke terminal-terminal syaraf, sementara hanya membawa efek minimal terhadap asupan noradrenaline (Gb. 6.8). Ia menghambat pengangkut serotonin, yang tergolong dalam kelas pengangkut pasangan ion Na+/Cl-.

Kontraindikasi: hanya sedikit kontraindikasi untuk SSRI. Ia tidak boleh digunakan bersama MAO oleh karena kombinasi ini dapat menyebabkan sindrom hiperthermia dan kegagalan kardiovaskuler serotonergik yang berpotensi fatal.

Efek samping: profil efek samping dari SSRI adalah jauh lebih baik dibanding TCA dan MAOI sebab tidak ada interaksi amine, aksi anti-kolinergik, blokade adrenergik, atau efek-efek racun ketika digunakan secara berlebihan dosis. Akan tetapi ada dampak buruk yang disebabkan efeknya pada syaraf serotonergik di seluruh tubuh, yaitu mual, diare, insomnia, kecemasan, dan mudah terusik. Kadangkala masalah lain yang muncul adalah gangguan fungsi seksual.

Catatan terapi: SSRI sama khasiatnya dengan TCA. Hanya saja ia memiliki keunggulan klinis dan lebih sedikit efek-efek samping, sehingga membuat ia lebih populer. Ia tidak menimbulkan efek anti-kolinergik, tanpa efek racun apabila dipakai dalam dosis berlebih, dan tidak ada efek racun pada jantung. SSRI kini adalah anti-depresan yang paling luas diresepkan.


Inhibitor asupan ulang serotonin-noradrenalin

Satu-satunya obat yang sekarang tergolong ke kelas anti-depresan baru inhibitor serapan ulang serotonin­-noradrenalin (SNRI) adalah venlafaxine.

Cara kerja: SNRI menyebabkan penguatan aktivitas neurotransmitter di sistem syaraf pusat, yang barangkali terjadi akibat penghambatan asupan ulang serotonin dan noradrenalin (Gb. 6.8).

Kontraindikasi: Interaksi obat pada SNRI adalah mirip dengan SSRl; akan tetapi dokter harus lebih waspada terhadap pasien hipertensi karena venlafaxine dapat menaikkan tekanan darah.

Efek-efek samping: efek-efek samping dari SNRI adalah mirip dengan SSRl, akan tetapi frekuensinya lebih jarang.

Catatan terapi: efek-efek farmakologis dari venlafaxine adalah serupa dengan TCA, akan tetapi dengan intensitas lebih rendah karena venlafaxine tidak terlalu ber-afinitas dengan reseptor-reseptor kolinergik dan histaminergik atau α-adrenoreseptor.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

ads

Free Website Hosting