Arsip Medika

Senin, 18 Mei 2009

Gangguan Afektif

Gangguan afektif

Gangguan afektif meliputi gangguan mood (gejala kognitif /emosional) yang terkait dengan perubahan perilaku, energi, selera makan, dan tidur (gejala-gejala biologis).

Gangguan afektif dapat dianggap sebagai kondisi ekstrim patologis dari kondisi normal mood manusia, yaitu berupa ungkapan perasaan yang terlalu ekstrim: terlalu girang dan menyukai sesuatu secara berlebihan (mania) hingga pada kondisi depresi yang luar biasa.

Ada dua jenis gangguan afektif yaitu yang bersifat unipolar dan bipolar.


Gangguan afektif unipolar

Gangguan afektif unipolar ditandai dengan rasa kasihan pada diri sendiri, putus asa, rasa bersalah, apatis, tidak dapat mengambil keputusan, kurang berenergi dan rasa badan lelah, perubahan pola tidur, kurang nafsu makan, dan ingin bunuh diri.

Para ahli berusaha untuk menggolongkan tipe depresi ini berdasar sumbernya, yaitu kelas 'reaktif' atau 'endogen'.

Depresi yang bersifat reaktif adalah dimana ada sebab psikologis yang jelas, misalnya dukacita atas meninggalnya seseorang. Gejala-gejalanya tidak terlalu parah dan kemungkinannya kecil untuk ia mengalami gangguan biologis. Depresi reaktif dialami oleh 3-10% dari populasi, dengan angka insidensi yang meningkat seiring dengan pertambahan umur, dan jauh lebih umum dijumpai pada kaum perempuan.

Depresi endogen adalah dimana tidak ada sebab yang jelas, dan gejala-gejalanya adalah lebih parah, misalnya pikiran untuk bunuh diri, dan ada kemungkinan besar ia juga mengalami gangguan biologis seperti insomnia dan anorexia. Ia mempengaruhi 1% dari populasi, yang biasanya dijumpai mulai dari usia dewasa muda, Gejala ini sama-sama dijumpai pada perempuan dan laki.

Pembedaan antara depresi reaktif dan endogen sangat dipentingkan karena ada bukti bahwa depresi dengan ciri endogenik cenderung lebih tanggap terhadap terapi obat.


Gangguan afektif bipolar

Pada gangguan afektif bipolar (BPAD), pasien menunjukkan mood dan perilaku yang melonjak naik-turun antara depresi dan mania, sehingga gangguan tipe ini sering juga disebut kelainan manic-depressive (depresif mania).

Gangguan afektif bipolar muncul sejak usia dini dibanding gangguan depresi unipolar, dan itu cenderung bersifat menurun. Ia mempengaruhi 1% dari populasi, dan ia dapat terkait dengan unsur-unsur fenomena psikotik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

ads

Free Website Hosting