Inhibitor monoamine oxidase B
Selegiline adalah contoh inhibitor MAO-B.
Cara kerja: Selegiline secara selektif menghambat MAO, sejenis enzim di dalam otak yang dalam kondisi normal merupakan penyebab dari degradasi dopamin (Gb. 6.3). Dengan mengurangi katabolisme dopamin, kerja L-dopa menjadi meningkat, sehingga memungkinkan dosis dikurangi hingga sepertiganya. Ada bukti yang menunjukkan bahwa selegiline dapat melambatkan kelanjutan dari proses degenerasi syaraf yang merupakan sebab utama dari penyakit Parkinson.
Cara pemberian: Oral.
Indikasi: inhibitor MAO-B dapat digunakan sendirian pada kasus parkinsonisme ringan, atau boleh bersama dengan L-dopa untuk menekan efek 'kemerosotan ketika dosis berakhir' pada kasus parkinsonisme berat.
Efek-efek samping: ada beberapa efek samping dari inhibitor MAO-B, yaitu yang dapat diperkirakan sebagai akibat dari penguatan L-dope.
Inhibitor catechol-0-methyl transferase
Entacapone baru-baru ini diperkenalkan sebagai inhibitor catechol-O-methyl transferase (COMT).
Cara kerja: Dopamin dipecah dengan jalur kedua, selain dengan jalur MAO-B. Enzim COMT mampu menyelenggarakan degradasi dopamin menjadi metabolit metilasi yang non-aktif. Inhibitor COMT dengan demikian secara khusus menghambat enzim ini.
Cara pemberian: Oral.
Indikasi: sebagai pelengkap terhadap sediaan L-dopa, ketika kemungkinan akan muncul masalah efek 'akhir dosis.'
Kontraindikasi: Phaeokromositoma.
Efek-efek samping: mual, muntah, sakit lambung, dan diare.
Catatan terapi: Inhibitor COMT yang mula-mula ditarik keluar dari pasaran oleh karena ada sifat racun bagi hepar, sehingga dianjurkan agar tetap dilakukan pengawasan liver dengan enzim-enzim serum.
Obat-obatan yang menghambat aktivitas kolinergik striatal
Agen-agen antikolinergik
Benzatropine, procyclidine, dan orphenadrine adalah contoh-contoh agen antikolinergik (antimuscarinic).
Cara kerja: Benzatropine, procyclidine, dan orphenadrine adalah antagonist pada reseptor muscarinic yang menjadi perantara untuk terselenggaranya pemicuan kolinergik striatal (Gb. 6-3). Tindakan utama yang diharapkan dalam penanganan penyakit Parkinson adalah pengurangan aktivitas kolinergik striatal yang berlebihan yang adalah menjadi ciri khas dari penyakit ini.
Cara pemberian: Oral
Efek-efek samping: ada beberapa efek antikolinergik periferal tipikal, seperti mulut kering dan penglihatan yang kabur, namun ini jarang dijumpai. Efek yang lebih sering dijumpai adalah bahwa pasien mengalami berbagai efek gangguan pada sistem syaraf pusat, mulai dari hilang ingatan ringan hingga kondisi kebingungan yang akut.
Catatan terapi: pengakhiran dari pemberian dosis antikolinergik harus bertahap, sebab parkinsonisme dapat memburuk apabila pemberian obat tersebut mendadak diberhentikan. Obat antikolinergik adalah paling efektif untuk pengendalian tremor dibanding gejala-gejala penyakit Parkinson yang lain.
Transplantasi
Transplantasi sel-sel substantia nigra dari janin manusia ke putamen pasien Parkinson terbukti berhasil mengendalikan gejala-gejala Parkinson.
Transplantasi di dalam perawatan penyakit Parkinson adalah masih dalam taraf uji coba, dan tentang sejauh mana perannya adalah masih diperdebatkan para ahli hingga sekarang.
>>Perhatikan bahwa kecuali selegiline, tidak ada obat yang digunakan di dalam terapi penyakit Parkinson yang dapat mempengaruhi degenerasi progresif pada syaraf dopaminergik nigrostriatal, yang adalah suatu proses yang tidak dapat dihindarkan. Proses penyakit tidak terpengaruhi, hanya diseimbangkan oleh terapi obat.
<<
Tidak ada komentar:
Posting Komentar